Media Center News Kesiapan ReINDO Syariah Menghadapi tantangan kedepan

Kesiapan ReINDO Syariah Menghadapi tantangan kedepan

kesiapan

Pada tanggal 12 Juli 2018, PT Reasuransi Syariah Indonesia (ReINDO Syariah) mendapatkan penghargaan sebagai Best ShariaInsurance&Reinsurance2018 (Reasuransi & Asuransi Syariah Terbaik) pada acara Insurance Award 2018 yang diadakan oleh Media Asuransi di Hotel Le Meridien Jakarta.

Dengan penghargaan itu tidak menjadikan ReINDO Syariah berpuas diri, namun semakin menyadarkan  bahwa tantangan industry asuransi Syariah ke depan makin kompleks. Sejak banyakperusahaan  asuransi Syariah membuka unit Syariah  pada tahun 2004, market Syariah sampai saat ini masih dalam kisaran 5% terhadap pangsa asuransi nasional. Berbeda degan industry asuransi Syariah  di malaysia yang telah mencapai share tidak kurang dari 12%, rasanya kita merasa iri atas kemajuan industry asuransi Syariah di Malaysia .

Tantangan kedepan  untuk menumbuhkan asuransi Syariah tentu saja berharap bukan Cuma perpindahan customer dari yang semula konvensional kemudian berubah menjadi customer asuransi Syariah, kalau itu yang terjadi maka sesungguhnya hanya perubahan kepemilikan polis yang berpindah dari kantong kiri ke kantong kanan, tetapi sejatinya tidak tumbuh secara market nasional.

Harapannya pertumbuhan itu memang benar benar produk baru Syariah. Lantas apa yang dapat dilakukan untuk mencapai pertumbuhan asuransi Syariah yang cukup significant. Saat ini yang terjadi,secara produk asuransi Syariah sama dengan asuransi konvensional baik di asuransi Umum maupun asuransi jiwa. Dan ketika berbicara dengan kapasitas, ternyata itu bukan masalah besar. Terbukti ketika ReINDO Syariah pada tahun ini menyiapkan kapasitas sampai dengan USD. 20 juta untuk property any one risk nyaris tidak terpakai . Analisis selanjutnya apakah Asuransi Syariah hanya mengembangkan  asuransi mikro saja?Sudah saatnya mengembangkan riset  bagi industry asuransiuntuk menggarap kelompok penghasilan menegah ke bawahkarena jumlah penduduk pada kelompok ini sangat besar, sehingga dapatmemetakan  asuransi apa yang dibutuhkan dan bagaimana mendorong pada kelompok ini untuk memiliki polis asuransi. Selain itu tantangan kedepan adalah, berapa perusahaan yang memiliki unit Syariah yang siap untuk melakukan  spin off, masalah pemenuhan pengurus, tenaga ahli , selain itu masalah modal, biaya perusahaan, komitmen pemegang saham serta masalah kesiapan sumber daya untuk mendukung industry Syariah. Bagi pemegang saham  mengurus asuransi Syariah tidaklahsulit, karena untuk membayar klaim sudah ada cadangan tabarru, berbeda denagn asuransi konvensional yang menggunakan komponen premi untuk menutup semua biaya termasuk komponen klaim, sehingga bagi pemegang saham tuntutannya adalah bagaimana mendapatkan ujroh sebesar besarnya selain dari hasil investasi. Oleh sebab itu ketika perhitungan ujroh tidak realistis untuk dapat membiayai perusahaan ,relakah pemegang saham untuk komit melakukan spin off unit syariahnya.

Selanjutnya apa yang dilakukan Reindo Syariah untuk mendorong pertumbuhan asuransi Syariah. Saat ini yang dilakukan adalah bekerjasama membuat produk yang diinginkan oleh customer dengan  back up reasuransinya. Untuk mendukung target  itu maka Reindo Syariah menuju proses penyempurnaan teknologi pendukung dan human capital serta kapasitas yang dibutuhkan. Optimmisme pertumbuhan tetap ada. Kita harus keluar dari tekanan  yang menghambat pertumbuhan industry Syariah dengan terus menjalin kerjasama degan regulator (pemerintah), Dewan Pengawas Syariah para  konsultan Syariah  serta pihak pihak yang dapat mengakselerasi pertumbuhan industry asuransi Syariah. Yakinlah bahwa ketika optimesmme itu ada maka akan terbuka jalan untuk melakukan inovasi.

Sehubungan dengan  itu ReINDO Syariah telah menyiapkan nilai-nilai yang diterapkan kepada karyawan agar dapat memberikan pelayanan terbaik disetiap pekerjaanya yaitu Reliable (Dapat Diandalkan), Excellence (Unggul), Integrity (Integritas), Notable (Kontribusi Nyata), Dicipline (Disiplin) dan Objective (Objektif) untuk mendukung visi perusahaan yakni menjadi Reasuradur Syariah Terdepan, Terkuat dan Terpercaya bagi Industri Asuransi Syariah di Indonesia.

About Us

PT. Reasuransi Syariah Indonesia (dikenal dengan ReINDO Syariah) sebagai Full Fledge Retakaful Pertama di Indonesia secara resmi telah beropersi per 1 Juni 2016,  sebagai Perusahaan Reasuransi Syariah hasil  Spin Off Divisi  Reasuransi  Syariah ReINDO. Kami sudah  mendapat izin usaha dan transfer portfolio dari OJK. Sebagai “Indonesia Pioneer Retakaful”, menurut Eko Supriyanto Hadi (Direktur Keuangan ReINDO), PT ReINDO Syariah mendapat dukungan penuh dari OJK, ReINDO  sebagai  Pemegang Saham dan Kementerian BUMN.

READMORE